PENGARUH TENURE, REPUTASI AUDITOR, DISCLOSURE, UKURAN PERUSAHAAN, DAN PERTUMBUHAN PERUSAHAAN TERHADAP OPINI
GOING CONCERN
ABSTRAK Going concern adalah kelangsungan hidup suatu badan usaha. Dengan
adanya going concern maka suatu entitas dianggap akan mampu mempertahankan kegiatan usahanya dalam jangka panjang, tidak akan dilikuidasi dalam jangka waktu pendek. Biasanya informasi yang secara signifikan dianggap berlawanan dengan asumsi kelangsungan hidup satuan usaha adalah berhubungan dengan ketidakmampuan satuan usaha dalam memenuhi kewajiban pada saa t jatuh tempo tanpa melakukan penjualan sebagian besar aktiva kepada pihak luar melalui bisnis biasa, restrukturisasi utang, perbaikan operasi yang dipaksakan dari luar dan kegiatan serupa yang lain (PSA No. 30).
Penelitian ini mengambil sampel seluruh per usahaan manufaktur yang terdatfar di BEI dengan kriteria p erusahaan manufaktur yang listing di BEI dari tahun 2004 -2009 dan konsisten mempublikasikan laporan keuangan dari tahun 2004-2009, terdapat catatan atas laporan keuangan perusahaan, terdapat laporan auditor independen atas laporan keuangan perusahaan. Namun setelah dilakukan analisis data yang memenuhi kriteria sebanyak 192 perusahaan. Pengujian hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan regresi logistik dengan tingkat signifikan 5%.. Pengamatan dalam penelitian ini dilakukan selama 6 tahun dari periode 2004 -2009.
Hasil pengujian berhasil membuktikan bahwa disclosure dan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap dikeluarkannya opini going concern. Sedangkan untuk variabel tenur, reputasi auditor, dan pertumbuhan perusahaan tidak berpengaruh terhadap dikeluarkannya opini going concern.
Kata kunci : Tenure, reputasi auditor, disclosure, ukuran perusahaan dan
pertumbuhan perusahaan.